Widget HTML Atas

Tanjung Akhir Pengharapan

jengah menatap setapak tanah nan tiada berujung
ketika langkah kaki mulai terseok-seok dan terhuyung
sudah terlampau jauh semenjak melangkah meninggalkan gunung
belum jua sampai dimana letaknya tepian tanjung

raga tua ini telah rapuh dan letih
terbalut kenestapaan hati teramat pedih
jika langkah ini lah sampai tempatku merintih
akan kulepaskan nyawaku diatas ombak yang berbuih

wahai maha kuasa hamba maafkan
keruhnya derita tidak membuatku hidup bertahan
kehancuran jiwaku menggamit ketidakwarasan
biarlah nyawa ini aku persembahkankan

Tidak ada komentar untuk "Tanjung Akhir Pengharapan"